Baca Tulis Gatra Tawarkan Bimbingan Berkualitas

SAMARINDA, Kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung) merupakan kemampuan dasar yang tentunya ingin diberikan oleh orang tua kepada anak balita mereka. Bahkan, meki ada larangan pemerintah untuk menjadikan calistung sebagai syarat masuk sekolah, namuntetap saja anak yang menguasai kemampuan tersebut mendapat tempat tersendiri di hati guru dan orang tuanya.

Oleh karena itulah banyak orang tua yang memasukan anak balitanya dalam bimbingaan-bimbingan belajar ataupun les dengan lembaga maupun guru privat yang dinilai bisa membuat anak-anak mereka menguasai calistung.

Salah satu tempat les yang selama ini memberikan bimbingan kepada anak-anak dan balita adalah Lembaga Kursus dan Keterampilan Gatra 3 yang beralamat di jalan Bugis Gg.H. Sabran RT.04 No.32 Kelurahan Mugirejo SUngai Pinang.

Lembaga pendidikan yang sudah berdiri sejak tahun 2008 ini dipimpin oleh Ibu Hairiyah dengan jumlah tenaga pengajar sebanyak 7 orang. Dalam pembelajarannya mereka menggunakan metode sambil bermain dalam mengenal huruf vokal A I U E O.

Tempat belajar yang terintegrasi dengan alam terbuka serta fasilitas bermain yang nyaman membuat para siswa lebih enjoy dan merasa betah untuk berlama-lama belajar. Bahkan sejak tahun 2021 ini lembaga Gatra3 ini sudah bersinergy dengan Sanggar Seni dan Budaya Benaung. Sehingga ada wadah bagi para siswanya buat menyalurkan bakat dan jiwa seni.

Ada empat sesi belajar di lembaga ini, yakni jam 09.00 sampai 10.00, jam 10.00 sampai jam 11.00, jam 13.00 sampai 14.00 dan jam 19 sampai 20.00. Ini memberikan pilihan sesuai dengan waktu dan kesempatan siswanya.
Sudah banyak tokoh kaltim yang berkunjung ke lembaga pendidikan Gartra 3 ini. Diantaranya H.M Darlis Pattalongi dan anggota DPRD kota

Samarinda dari fraksi PAN Joko Witono. Dan belum lama ini juga hadir pengusaha Erwin Izharuddin serta Aji Mirni Mawarni, ST,MM dalam kafasitas mereka sebagai pembina Sanggar Seni dan budaya Benaung.

Menurut Ibu Hairiyah, peserta didik di lembaga ini ternyata tidak hanya warga sekitar Mugirejo, namun juga ada yang berasal dari Gunung Lingai, Lempake, Sempaja, Sungai Kapih, Bahkan Palaran dan Muara Badak.

Hal ini tentu menunjukan pengakuan masyarakat atas kualitas pendidikan yang mereka terapkan. Berapa banyak orang tua yang sempat putus asa mengajari anaknya sendiri membaca, menulis dan berhitung akhirnya meperoleh apa yang diharapkan melalui Gatra. (asya)