Berapa Lama Vaksin Antivirus (Seperti Corona) Bisa Ditemukan?

 

SAMARINDA- Dari dulu sampai sekarang, Bumi sudah berulang kali kena wabah virus berbahaya. Dari wabah PES di abad pertengahan yang bikin korban jiwa hingga puluhan juta orang, sampai wabah Ebola, SARS, MERS, dan yang terbaru virus corona. Sekarang, pertanyaan terbesarnya adalah “Gimana cara kita nemu vaksin buat menghentikan wabah-wabah tadi?” Berapa lama waktu yang dibutuhkan?

 

Oke, faktanya, butuh bertahun-tahun bahkan sampai belasan atau puluhan tahun untuk para ilmuwan nemuin vaksin ampuh penangkal virus. Kenapa begitu? Karena emang bikin vaksin itu susah dan lama dan tentunya juga mahal biayanya. Itu karena buat bikinnya, si calon vaksin perlu diuji coba berulang kali dan bertahap-tahap sebelum bisa nyembuhin penyakit.

 

Misalnya kayak vaksin virus ebola yang butuh belasan tahun sampai akhirnya berhasil ditemuin vaksinnya. Atau penyakit PES yang udah muncul dari abad ke-14 dan sampai sekarang masih dicari penangkalnya.

 

Oke, jadi sekarang di manakah posisi kita dalam petualangan mencari vaksin virus corona ini? Gampangnya, begini. Dari muncul kasus pertama, kita udah ngelakuin banyak hal untuk nemuin vaksinnya. Emang jalannya masih panjang, tapi tenang dulu, untuk virus corona, untungnya kita udah curi start ngelakuin riset panjang sejak SARS dan MERS juga mewabah.

 

Makanya, walaupun sebenarnya butuh belasan sampai puluhan tahun buat ngembangin vaksin, udah ada yang memprediksi vaksin corona ini bisa ditemuin dalam satu setengah tahun ke depan. Dan setelah jadi, mereka akan manfaatin zat yang namanya antigen buat nguatin imun tubuh.

Sekarang pun sambil nungguin vaksin ditemuin, pemerintah dan BUMN di banyak bidang lagi berlomba sama waktu ngelakuin segala cara buat ngehentiin persebaran virusnya. Dari mulai masang pemindai panas tubuh di bandara dan pelabuhan, nyiapin ribuan dokter di seluruh Indonesia, ratusan rumah sakit yang siap nanganin pasien suspect corona, nyediain hand sanitizer dan masker di banyak terminal dan bandara, dan yang nggak kalah penting, mastiin kalo bahan makanan dan logistik lainnya aman tersedia.

 

Jadi, nggak usah panik dan tahan dulu hasrat buat borong masker dan bahan belanja. Virus corona emang bahaya, tapi yang lebih bahaya rasa panik dan cemas yang berlebihan.

 

Kabar baiknya, sejauh ini pun udah banyak pasien sembuh dengan sendirinya. Makanya sekarang, selain nungguin peran pemerintah yang emang bertugas buat ngelindungin warganya, kitalah juga yang mesti terus jaga kesehatan dan ningkatin imun tubuh biar nggak mempan kena virus.

 

(grl)

 

Read More: Pandemi Masih Mengkhawatirkan, Samarinda Tunda Sekolah Tatap Muka